Tips Solo Traveller Tujuan Lawang Sewu Semarang Angker
Tips Solo Traveller Tujuan Lawang Sewu Semarang Angker
The nekad traveller ala mbak Trinity mengajarkanku satu hal bahwa berpetualang itu tak harus bawa kekasih kok, sendiri juga bisa hehe. Menjadi solo traveller segala sesuatunya harus dipersiapkan secara matang termasuk budget, peta lokasi atau tujuan dan yang pasti keberanian. Di zaman secanggih ini semua hanya berada di satu genggamanmu, semua serba internet. Ini dia tips ala-ala solo traveller yang dapat saya bagikan untuk Anda yang baru pertama kali melakukan perjalanan seorang diri.
a. Booking hotel terdekat dengan wisata tujuanmu
Kamar Level 1 (khusus perempuan) di Budget Room at Sleep & Sleep Capsule
Pastikan sudah memesan hotel sebelum hari H keberangkatan. Dua hari sebelumnya saya telah memesan hotel secara online melalui aplikasi Traveloka. Setelah pesan hotel dengan tujuan yang telah anda tentukan, anda akan mendapatkan balasan email dari Traveloka berisi voucher hotel yang isinya tentang tanggal check in dan check out, detail pemesanan berisi jumlah kamar maupun tipe kamar hingga kebijakan hotel maupun catatan penting berisi waktu check in awal/terlambat diluar ketentuan yang terpampang di voucher hotel. Keuntungan mencari hotel di Traveloka adalah anda langsung bisa menemukan akomodasi yang ramah di kantong hingga hotel yang terdekat dengan lokasi tujuan anda.
b. Pastikan Tujuan Kalian Jelas
Btw, tujuan saya kali ini “Lawang Sewu/seribu pintu“. Dari namanya saja sudah membuat saya penasaran, apakah benar total keseluruhan pintunya ada seribu? Untuk membayar rasa penasaran, sesudah shubuh saya memantapkan diri untuk mengunjungi lawang sewu. Jarak hotel ke Lawang sewu kurang lebih 3km, saya tempuh dengan berjalan kaki dan pukul 06.30 sampailah saya di icon terciamik Semarang yaitu “Tugu Muda Semarang”. Tidak melewatkan kesempatan karena lawang sewu di buka pada pkl 07.00 saya sempatkan swafoto eksis sambil ngisis di taman Wilhelmina.
Hanya dikenai biaya 10.000 dewasa (tanpa pemandu), 5.000 anak-anak dan 30.000 (dengan pemandu), Anda sudah bisa menikmati lawang sewu dari sudut manapun. Lawang sewu tidak serta merta dibangun untuk memuaskan mata tetapi saksi akan perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan oleh Angkatan Muda dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Siapa bilang didalam lawang sewu hanya terdapat pintu dan tembok? Didalamnya juga terdapat kaca patri berukuran tinggi sekitar 2 meter dengan simbol yang jika diteliti terdapat empat panel penggambaran yaitu ekploitasi alam secara besar-besaran, simbol kota dagang juga tersirat disitu, berbaju merah ada Sang Dewi Keberuntungan yaitu Fortuna, Dewi Kemakmuran sang Dewi Sri, serta roda bersayap lambang kereta api. Dulunya memang sebelum menjadi obyek wisata seperti sekarang ini, Lawang Sewu menjadi Kantor Pusat Administrasi Kereta Api atau yang sekarang ini disebut PT Kereta Api yang didirikan Belanda pada tahun 1904-1907.
Senang rasanya bisa melalangbuana ke Lawang Sewu, bucket list di tahun 2019 ala mbak Trinity sudah terlaksana. Nantikan list liburanku selanjutnya ya.
tiada tapak yang hancur.
meski penglihatan kabur.
kenang akan kembali mashur.
rinduku menyelisik akan kian membaur.
menguak dalam jati diri.
bahwasanya mimpi umpama nyali.
nyalimu harus kau pompa sendiri.
kuat, menguat lagi.
W.Arum






Komentar
Posting Komentar