Hobi Travelling Jadi Travel Blogger Aja
Apa yang ada di benak
Anda ketika mendengar kata Travelling? Pasti puluhan destinasi wisata dengan
bugdet backpacker sudah menggoda imajinasi anda atau minimal travelling/liburan
versi bareng keluarga kali ya. Menurut saya Travelling adalah obat pelipur lara
paling ampuh, pelepas stres dan tentunya banyak pengalaman yang akan anda
dapatkan ketika sudah keluar dari zona rumah, eits bukan pelarian loh ya hehe.
Namun apakah hanya
sebatas travelling? Tidakkah Anda menginginkan suatu hal yang lain misalnya
penghasilan melalui tulisan hingga media berbagi informasi ke oranglain. Nah jauh-jauh
dari Kediri ke Surabaya, Travel content telah membius saya untuk mengikuti Wordholic
Intesive Class oleh Reffi Dhinar yang tak lain adalah seorang blogger dengan
segudang prestasi khususnya di dunia kepenulisan. Karenanya saya tidak ingin
sekedar travelling tanpa menghasilkan apa-apa. Saya mengikuti kelas ini dengan
tujuan untuk lebih giat berproses melalui tulisan dengan jalan travelling.
Sekilas
Tentang Travel Blogger Dan Travel Writer
Travel content/blogger
lebih tepatnya adalah menulis artikel
travelling khusus untuk konten blog atau website dengan bahasa maupun branding
versi kita sendiri. Jumlah kata pun bebas, proses editing, mengecek kualitas
SEO, hingga memikirkan desain blog pun dilakukan sendiri. Lain halnya dengan
travel writer, kita bekerja untuk orang lain, jelas dari segi bahasa, jumlah
kata, pun sudah ditentukan, selain itu juga disediakan editor yang akan
mengoreksi tulisan sebelum diterbitkan ke suatu media.
Hal
Penting Dalam Menulis Artikel Travelling Untuk Blog Pribadi
1. Tentukanlah
Objek Wisata
Tujuan itu penting.
Bila ingin mengulas sisi sejarah maka datangilah tempat-tempat yang banyak
memiliki napak tilas atau catatan sejarahnya misalnya Candi, Museum. Menulis di
blog tidak harus tempat bersejarah, review tempat wisata, tempat makan/resto, hingga
menulis resep/tips pun bisa.
2. Buatlah
Daftar List
List itu wujud dari
rencana. Sebelum datang ke suatu tempat pastikan anda memiliki list misalnya
ingin ke Kenpark Surabaya pastikan anda mencatat akan mendatangi tempat yang
mana saja, kuliner apa saja, bermain atau mencoba wahana apa saja. Pastikan
terencana.
3. Ulas
Sisi Menarik
Sisi menarik dapat
dikupas dari kultur masyarakat setempat, kebudayaan atau kebiasaan sekitar,
tempat kuliner/makanan khas, bahasa (menulis dari sisi humanis), interaksi
dengan masyarakat, hingga pengalaman menarik yang anda rasakan saat itu.
Menulis
itu bukan pemikiran yang diawang-awang. Apalagi hanya perasaan yang dipendam di
sanubari terdalam.
Pada kesempatan
tersebut, kami dibimbing oleh Mbak Reffi langsung praktek menulis pengalaman
travelling. Ada yang memilih obyek Simpang Lima Gumul, Pantai Goa Cina, dan
saya sendiri memilih tema wisata Kampoeng Kemasan Gresik. Macam-macam
pengalaman unik yang kami dapatkan. Ada yang bercerita selama perjalanan ban motor
kempes karena melewati tanjakan terjal, menemui kultur masyarakat yang berbeda
misalnya bahasa atau logat Kediri dengan logat Surabaya yang khas.
Lebih tepatnya kita diajari menulis blog dengan bahasa renyah tidak harus serius tapi juga mengupas sisi humanisnya. Cihuy menarik sekali pertemuan kali ini, semoga tidak ada kata terakhir untuk belajar. "Selamat belajar, selamat bergabung dengan wordholic, bismillah." kataku dalam hati.
Lebih tepatnya kita diajari menulis blog dengan bahasa renyah tidak harus serius tapi juga mengupas sisi humanisnya. Cihuy menarik sekali pertemuan kali ini, semoga tidak ada kata terakhir untuk belajar. "Selamat belajar, selamat bergabung dengan wordholic, bismillah." kataku dalam hati.


Komentar
Posting Komentar